AdhWebsite | Blog Rumus dan Tutorial Excel

Suku Bunga : Definisi, Fungsi, Jenis, Contoh dan Cara Menghitungnya

Pembahasan suku bunga mulai dari definisi, fungsi, jenis, contoh serta bagaimana cara menghitungnya

Langkah terakhir pada proses pemberian pinjaman dari pihak Bank atau lembaga keuangan kepada Debitur adalah pencairan. Jumlah yang diberikan kepada Debitur tentu merupakan pokok yang wajib dikembalikan. Jumlah pokok tersebut harus dikembalikan dalam bentuk cicilan dengan tambahan sejumlah bunga.

Ini artinya jumlah yang harus dikembalikan oleh Debitur akan terdiri dari 2 unsur. Unsur pertama adalah pengembalian pokok sesuai dengan jumlah pinjaman dan unsur kedua adalah cicilan bunga dengan perhitungan tersendiri dengan dasar yang digunakan adalah persentase suku bunga.

  

Definisi, Fungsi, Jenis, Contoh dan Cara Menghitung Suku Bunga


Perhitungan bunga atau suku bunga pada proses pinjaman memang merupakan hal yang sangat penting. Selain karena akan mengubah jumlah cicilan selain pokok suku bunga ini menggunakan jenis serta ketentuan yang berbeda - beda. Maksudnya masing - masing dari jenis suku bunga akan memiliki proses serta perhitungan yang berbeda - beda.

Untuk itulah bagi Anda yang kan mengajukan pinjaman ke Bank atau kepada lembaga keuangan selain Bank rasanya penting untuk mengetahui suku bunga apa yang digunakan. Selanjutnya lakukan simulasi perhitungan pinjaman supaya kita bisa menyusun rencana keuangan yang tepat guna menghindari masalah yang bisa saja muncul di kemudian hari.

Dalam artikel ini kita akan bahas semua yang terkait dengan suku bunga mulai dari definisi sampai dengan cara menghitungnya. Bahkan dalam pembahasan ini kita juga akan melihat apa saja jenis dari suku bunga serta contoh dan cara menghitungnya.


Apa Itu Suku Bunga ?


Pada proses kredit suku bunga ini lebih dikenal dengan sebutan bunga. Memang dalam prosesnya kedua istilah ini mengandung arti yang tidak terlalu jauh berbeda. Karena secara umum bunga atau suku bunga ini merupakan tambahan cicilan yang akan dibayarkan oleh Debitur kepada Kreditur sesuai dengan jumlah yang telah disepakati.

Suku Bunga adalah

Dilansir dari Wikipedia bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Bunga adalah kompensasi yang diberikan oleh Debitur kepada Kreditur atas pemberian pinjaman yang telah disepakati. Biasanya jumlah bunga memang tidak akan sama dengan jumlah pinjaman yang diberikan. Bahkan pada banyak kasus jumlah bunga ini secara keseluruhan tetap akan lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah pinjaman yang didapatkan oleh Debitur.

Dasar perhitungan untuk bunga ini biasanya akan berbentuk persentase. Adapun jumlah persentase bunga sudah di informasikan oleh Kreditur kepada Debitur sebelum proses pengajuan pinjaman disetujui.

Persentase dari bunga tersebutlah yang sering kita sebut dengan suku bunga. Jika yang ditanya adalah suku bunga maka akan mengacu kepada persentase bunga sedangkan jika yang ditanya adalah jumlah bunga maka ini akan mengacu kepada jumlah angka setelah mengalikan persentase suku bunga dengan pokok pinjaman.

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa suku bunga ini dibagi kedalam beberapa jenis. Masing - masing dari jenis suku bunga tersebut memiliki proses serta urutan perhitungan yang berbeda - beda. Sehingga informasi terkait persentase suku bunga juga harus disertai dengan jenis suku bunga yang digunakan pada pinjaman.


Jenis Suku Bunga


Secara umum jenis suku bunga ini dibagi kedalam 2 kelompok. Pertama adalah suku bunga simpanan dan kedua adalah suku bunga pinjaman. Pada proses perhitungan memang suku bunga simpanan kadang digunakan juga pada bunga pinjaman tapi khusus untuk bunga pinjaman tidak akan pernah digunakan pada bunga simpanan.

1. Suku Bunga Simpanan

Selain mendapatkan fasilitas berupa pinjaman kita juga kadang menyimpan uang di Bank. Simpanan uang di Bank atau lembaga keuangan ini bisa dalam bentuk tabungan atau simpanan lain seperti Deposito. Sama seperti pinjaman, pada simpanan juga akan diberikan bunga dengan persentase yang telah ditentukan. Bunga yang diberikan oleh pihak Bank kepada Nasabah yang menyimpan uang inilah disebut dengan bunga simpanan.

Jadi, bunga simpanan adalah imbalan jasa yang diberikan oleh pihak Bank kepada Nasabah sesuai dengan jumlah simpanan yang dilakukan. Secara umum proses perhitungan suku bunga simpanan ini sangat mudah yaitu sebagai berikut :

  • Kalikan saldo harian dengan persentase suku bunga
  • Kalikan hasil perhitungan tersebut dengan jumlah hari dalam 1 bulan
  • Bagi hasil perhitungan yang kedua degan jumlah dari rata - rata dalam 1 tahun

Mohon dicatat, proses perhitungan bunga simpanan juga dibagi kedalam beberapa jenis. Setidaknya ada 3 jenis suku bunga simpanan yang sering digunakan. Adapun tiga jenis suku bunga pinjaman tersebut adalah sebagai berikut :

  • Bunga Tunggal : bunga yang dihitung berdasarkan pada pokok pinjaman
  • Bunga Majemuk : bunga yang dihitung berdasarkan pokok pinjaman ditambahkan dengan bunga bulan sebelumnya
  • Bunga Berbunga : perhitungan bunga yang didasarkan pada pokok serta bunga sebelumnya secara akumulasi

Pada konsep bunga berbunga dengan bunga majemuk sebenarnya urutan perhitungan memang hampir sama. Bahkan rumus yang digunakan juga tetap sama dan ini akan kita bahas secara detail termasuk perbedaannya pada masing - masing artikel tersendiri.

2. Suku Bunga Pinjaman

Selanjutnya jenis suku bunga kedua adalah untuk bunga pinjaman. Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa jika kita meminjam uang ke Bank maka akan dibebankan biaya tambahan pada cicilan per bulan selain pokok yaitu bunga. Bunga inilah yang dimaksud dengan suku bunga pinjaman.

Dalam prosesnya suku bunga pinjaman juga dibagi kedalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :

  • Bunga Tetap : bunga yang perhitungannya dilakukan dari pinjaman pokok dan jumlahnya akan selalu tetap setiap bulan
  • Bunga Fixed : bunga yang perhitungannya dilakukan dari pinjaman pokok tapi hanya pada periode tertentu saja
  • Bunga Efektif : bunga yang jumlah cicilannya akan terus menurun setiap periode
  • Bunga Anuitas : bunga yang jumlah cicilannya akan tetap sama setiap bulan tetapi jumlah bunga akan terus menurun setiap bulan
  • Bunga Floating : bunga yang persentasenya akan terus berubah setiap periode mengikuti suku bunga yang berlaku

Secara umum beda antara masing 0 masing jenis suku bunga diatas ada pada dua unsur saja. Pertama adalah persentase suku bunga yang ditentukan serta yang kedua  jumlah cicilan bunga setiap periode.

Pada bunga tetap tentu persentase suku bunga akan selalu sama setiap periode. Sebenarnya ini juga bisa berlaku pada jenis suku bunga Efektif atau Anuitas. Tapi pada dua jenis suku bunga ini jumlah bunga setiap periode atau setiap bulan akan terus berubah meskipun tetap menggunakan persentase yang sama.

Perhitungan bunga pada jenis suku bunga pinjaman ada yang menggunakan pokok awal serta ada juga yang menggunakan sisa pokok pinjaman. Inilah yang menyebabkan jumlah bunga akan terus berubah setiap periode karena jumlah bunga akan terus turun mengikuti turunnya sisa pokok pinjaman setelah dilakukan pembayaran cicilan.

 

Fungsi Suku Bunga


Pada proses simpanan dan pinjaman suku bunga ini memiliki peran yang sangat penting. Bahkan suku bunga tidak hanya penting untuk Kreditur serta Debitur saja tapi akan sangat berpengaruh terhadap beberapa unsur penting diluar kedua belah pihak yang secara langsung berkaitan dengan simpanan serta pinjaman.

Secara umum fungsi serta manfaat suku bunga pada unsur ekonomi adalah untuk mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Selain fungsi tersebut berikut ini adalah beberapa fungsi yang lain :

  1. Menarik investor untuk menanamkan dana
  2. Mencegah pihak lembaga keuangan melakukan kecurangan terutama dalam hal mendapatkan keuntungan
  3. Menarik masyarakat umum untuk menyimpan uang di Bank
  4. Menarik nasabah untuk mengalihkan tabungan pada investasi jangka pendek maupun jangka panjang
  5. Membantu distribusi pinjaman supaya pihak Kreditur bisa mendapatkan keuntungan atas dana yang sudah dipinjamkan kepada Debitur

Peran serta manfaat duku bunga memang bukan hanya untuk Debitur atau Kredit saja. Suku bunga ini merupakan perangkat yang dapat digunakan untuk mengatur serta mengendalikan proses simpanan serta pinjaman. Supaya prinsip keadilan pada kedua jenis fitur keuangan tersebut bisa didapatkan baik oleh pihak Kreditur maupun pihak Debitur secara berkeadilan.

  

Contoh dan Cara Menghitung Suku Bunga


Selanjutnya mari kita bahas bagaimana cara menghitung suku bunga sesuai dengan jenis yang sudah dijelaskan diatas. Masing - masing jenis suku bunga memang memiliki cara perhitungannya masing - masing.

Cara perhitungan suku bunga ini akan tergantung kepada rumus yang sudah ditentukan. Selain itu cara perhitungan suku bunga secara umum bisa dibagi kedalam 2 jenis. Pertama tentu saja menggunakan rumus yang umum digunakan dan cara kedua menggunakan rumus Excel. Secara detail masing - masing cara perhitungan kita akan bahas dalam artikel tersendiri sesuai dengan jenis bunganya masing - masing.

Untuk cara perhitungan suku bunga pada artikel ini kita akan bahas hanya menggunakan rumus yang umum digunakan saja. Cara serta urutan perhitungan suku bunga tersebut mari kita bahas satu persatu sampai dengan selesai.

1. Menghitung Bunga Tunggal

Secara umum perhitungan bunga tunggal ini dibagi kedalam 2 jenis. Pertama adalah bunga tunggal setoran tunggal dan kedua adalah bunga tunggal setoran berulang. Bunga tunggal setoran tunggal adalah jumlah investasi atau simpanan hanya akan dilakukan satu kali saja. Sedangkan untuk bunga tunggal dengan setoran berulang jumlah simpanan atau investasi akan dilakukan beberapa kali dengan waktu yang sudah ditentukan.

Untuk contoh misalnya : Giandra menyimpan uang di Bank sebesar 1.000.000 pada awal bulan. Suku bunga yang diberikan oleh Bank adalah sebesar 12% per tahun atau 1% perbulan. Adapun jenis suku bunga yang diberikan oleh Bank adalah bunga tunggal dengan persentase yang tetap setiap periode. Lalu, berapakah modal akhir serta bunga yang didapatkan Giandra setelah menyimpan uang selama 1 Tahun ?

Langkah pertama mari kita hitung berapa modal akhir yang akan didapatkan oleh Giandra setelah menabungkan uangnya di Bank selama 1 Tahun berikut ini :

Mo = M + (( Mxi ) x t )

Mo = 1.000.000 + (( 1.000.000 x 12% ) x 1 )

Mo = 1.000.000 + (120.000 x 1 )

Mo = 1.000.000 + 120.000

Mo = 1.120.000

Berdasarkan perhitungan diatas artinya setelah 1 Tahun Gindra akan mendapatkan kembali uangnya sebesar 1.120.000. Angka tersebut didapatkan dari jumlah pokok simpanan yaitu sebesar 1.000.000 ditambah dengan bunga selama 1 tahun.

Selanjutnya langkah kedua mari kita hitung berapa jumlah bunga yang akan didapatkan oleh Giandra selama 1 tahun. Dari perhitungan pertama sebenarnya kita sudah bisa melihat berapa angka bunganya tapi untuk urutan perhitungan bunga saja pada jenis bunga tunggal ini adalah sebagai berikut :

B = M x i x t

B = 1.000.000 x 12% x 1

B = 120.000 x 1

B = 120.000

Dari perhitungan kedua diatas bisa disimpulkan bahwa bunga yang akan didapatkan oleh Giandra selama 1 tahun adalah sebesar 120.000. Bagian penting pada dua contoh perhitungan diatas adalah unsur bunga ( i ) serta jangka waktu ( t ). Jika bunga dinyatakan dalam persentase tahunan maka jangka waktu juga harus dihitung dalam angka tahun. Sebaliknya jika persentase suku bunga dihitung per bulan maka jangka waktu juga harus diubah dari angka tahun menjadi jumlah bulan.

Perhitungan bunga tunggal setoran berulang memang tidak terlalu jauh berbeda dengan contoh diatas. Hanya saja memang rumus yang digunakan akan berbeda. Selain itu proses perhitungan bunga tunggal selain bisa dilakukan menggunakan rumus diatas bisa juga dengan menggunakan rumus Excel.    

2. Menghitung Bunga Majemuk

Konsep yang digunakan pada bunga majemuk ini memang berbeda dengan bunga tunggal. Bunga majemuk ini akan menambahkan bunga kedalam pokok baru kemudian dihitung untuk bunga bulan selanjutnya.  Sedangkan pada bunga tunggal perhitungan tidak akan menambahkan unsur bunga kedalam pokok simpanan secara langsung.

Untuk contoh misalnya : Daffi menyetorkan uang untuk Investasi sebesar 1.000.000 dengan bunga 12% per tahun. Bunga yang diberikan oleh lembaga keuangan berbentuk bunga majemuk. Jika Daffi sudah melakukan investasi dengan jangka waktu 2 tahun maka berapakah modal akhir serta jumlah bunga yang didapatkan ?

Contoh pertama kita akan menghitung modal akhir setelah investasi dilakukan dalam jangka waktu 1 tahun. Urutan perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Na = Nt x (1+i)^n

Na = 1.000.000 x ((1+12%)^2)

Na = 1.000.000 x ((1+0,12)^2)

Na = 1.000.000 x (1,12^2)

Na = 1.000.000 x 1,2544

Na = 1.254.400

Dari contoh diatas terlihat bahwa uang yang akan didapatkan oleh Daffi setelah 2 tahun melakukan investasi adalah sebesar 1.254.400. Jumlah ini memang lebih besar dibandingkan dengan konsep bunga tunggal. Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa bunga majemuk akan menambahkan bunga kedalam pokok dan angka inilah yang digunakan pada perkalian bunga bulan atau periode selanjutnya.

Contoh kedua kita akan menghitung bunga yang didapatkan Daffi selama 2 tahun Investasi. Jika hanya akan memisahkan atau mengetahui jumlah bunganya saja maka dari contoh pertama kita pasti sudah mengetahui jumlah tersebut. Tapi jika ingin mengetahui langkah dan cara menghitungnya urutan pada bunga adalah sebagai berikut :

B = Nt x (1+i)^n-1

B = 1.000.000 x (((1+12%)^2)-1)

B = 1.000.000 x (((1+0,12)^2)-1)

B = 1.000.000 x ((1,12^2)-1)

B = 1.000.000 x (1,2544 - 1)

B = 1.000.000 x 0,2544

B = 254.400

Dari contoh kedua ini didapatkan bahwa jumlah bunga untuk Daffi setelah 2 tahun adalah sebesar 254.400. Jumlah ini bisa dihitung dengan cara diatas dan bisa juga dengan cara mengurangi jumlah modal akhir dengan investasi awal. Tentu dua cara ini hasilnya akan tetap sama saja.

3. Menghitung Bunga Berbunga

Jika membahas bunga berbunga atau Compound Interest memang istilah yang sangat dikenal dan cukup sering digunakan. Sebenarnya konsep yang digunakan pada bunga berbunga atau Compound Interest ini sama persis dengan bunga majemuk yang sudah kita bahas diatas.

Konsep pada bunga berbunga ini juga sama dengan bunga majemuk yaitu menambahkan hasil perhitungan bunga bulan ini untuk perhitungan bunga bulan selanjutnya. Misalnya pokok simpanan adalah 1.000.000 dengan bunga 10% per tahun. Maka jumlah bunga tahun pertama yaitu sebesar 100.000 akan ditambahkan pada pokok simpanan awal menjadi 1.100.000. Angka 1.100.000 ribu inilah yang digunakan pada perhitungan bunga untuk tahun yang kedua. Bukankah konsep ini sama persis dengan bunga majemuk yang sudah kita bahas diatas ?

4. Menghitung Bunga Tetap

Bunga tetap merupakan perhitungan bunga pinjaman yang memang prosesnya sangat mudah. Karena pada jenis bunga tetap ini hanya akan mengalikan jumlah pinjaman dengan suku bunga serta jangka waktu yang digunakan saja. Bahkan jumlah cicilan per bulan pada jenis suku bunga ini jumlahnya akan selalu tetap setiap periode. Jenis bunga ini pada proses kredit atau pinjaman dikenal juga dengan sebutan bung flat.

Untuk contoh misalnya : Bapak A mendapatkan fasilitas kredit dari Bank x sejumlah 20.000.000 dengan jangka waktu selama 2 tahun. Bunga yang digunakan pada pinjaman ini adalah bunga tetap dengan persentase per tahun sebesar 8%. Berapakah cicilan pokok, bunga dan cicilan per bulan yang harus dibayarkan oleh Bapak A sesuai dengan tanggal jatuh tempo ?

Perhitungan cicilan untuk Bapak A yang akan dibayarkan setiap tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut :

C = (20.000.000 +( 20.000.000 x (8% x 2))) / 24

C = (20.000.000+(20.000.000 x 16%)) / 24

C = (20.000.000 + 3.200.000)/24

C = 23.200.000 / 24

C = 966.666,67

Perhitungan kedua adalah untuk cicilan bunga Bapak A setiap bulan dan urutan perhitungan bunga adalah sebagai berikut :

B = (20.000.000 x (8%x2))/24

B = (20.000.000 x 16%)/24

B = 3.200.000 / 24

B = 133.333,33

Perhitungan ketiga adalah untuk cicilan pokok Bapak A setiap bulan dan perhitungannya adalah sebagai berikut :

P = 20.000.000 / 24

P = 833.333,33

Dari ketiga perhitungan diatas sudah didapatkan bahwa jumlah cicilan per bulan yang harus dibayarkan Bapak A adalah sebesar 966.666,67. Jumlah cicilan per bulan tersebut terdiri dari 2 unsur yaitu cicilan pokok sebesar 833.333,33 ditambah dengan cicilan bunga sebesar 133.333,33 dengan kata lain cicilan per bulan yang dibebankan kepada Bapak A merupakan cicilan pokok ditambah dengan cicilan bunga. Mula dari awa sampai dengan akhir jangka waktu jumlah cicilan yang harus dibayarkan akan selalu tetap setiap bulan.   

5. Menghitung Bunga Fixed

Pada dasarnya perhitungan pada bunga Fixed ini sama dengan bunga tetap yang sudah kita bahas diatas. Hanya saja pada bunga Fixed cicilan perbulan tidak akan sama atau flat sampai dengan akhir jangka waktu kredit. Biasanya jenis bunga Fixed ini digunakan untuk kredit dengan jangka waktu yang cukup panjang misalnya KPR.

Untuk contoh misalnya Bapak B mendapatkan fasilitas KPR dari Bank x dengan jangka waktu selama 15 tahun. Bunga yang digunakan pada KPR ini adalah bunga Fixed sebesar 8% untuk 5 tahun pertama. Selanjutnya suku bunga akan mengikuti persentase bunga yang berlaku di pasar sesuai dengan ketentuan.

Dari contoh tersebut cicilan KPR yang harus dibayarkan oleh Bapak B mulai dari cicilan 1 sampai dengan ke-60 adalah perhitungan bunga tetap seperti pada contoh diatas. Sehingga sampai dengan cicilan ke-60 jumlahnya akan selalu sama karena memang sifatnya tetap atau Fixed.

Tapi untuk cicilan ke-61 sampai dengan akhir jangka waktu KPR cicilan akan dihitung dengan suku bunga yang berlaku. Ini artinya dari mulai cicilan ke-61 akan berbeda dengan cicilan ke-1 sampai dengan ke-60. Jumlahnya bisa naik atau turun karena tergantung pada suku bunga yang berlaku. Tapi biasanya jumlah bunga akan cenderung naik bukan turun sesuai dengan suku bunga yang juga biasanya akan cenderung naik. 

6. Menghitung Bunga Anuitas

Jenis bunga Anuitas merupakan satu dari beberapa jenis bunga yang sering digunakan pada pinjaman. Pada bunga Anuitas ini jumlah cicilan juga akan selalu tetap setiap bulan. Tapi menariknya adalah pada jenis bunga Anuitas cicilan pokok akan terus naik setiap bulan sedangkan cicilan bunga akan terus turun setiap bulan. Naiknya pokok serta turunnya bunga akan membuat cicilan per bulan selalu sama seperti yang sudah disebutkan diatas.

Bunga Anuitas

Untuk contoh misalnya : Bapak C mendapatkan fasilitas kredit dari Bank x sejumlah 20.000.000 dengan jangka waktu selama 2 tahun. Bunga yang digunakan pada pinjaman ini adalah bunga Anuitas dengan persentase per tahun sebesar 8%. Berapakah cicilan pokok, bunga dan cicilan per bulan yang harus dibayarkan oleh Bapak A sesuai dengan tanggal jatuh tempo ?

Perhitungan pertama adalah untuk cicilan per bulan. Perhitungan cicilan per bulan pada bunga Anuitas adalah sebagai berikut :

C = P x ((i/12)/(1-((1+i)^-t)))

C = 20.000.000 x ((8%/12)/(1-((1+8%)^-24)))

C = 20.000.000 x (0,0067/(1-((1+0,0067)^-24)))

C = 20.000.000 x (0,0067/(1-(1,0067^-24)))

C = 20.000.000 x (0,0067/(1- 0,8519))

C = 20.000.000 x (0,0067/0,14810)

C = 20.000.000 x 0,0452

C = 904.000

Dari perhitungan yang pertama ini kita sudah mendapatkan cicilan per bulan dengan bunga Anuitas yaitu sebesar 904.000. Jumlah cicilan per bulan ini jumlahnya akan selalu tetap mulai dari cicilan ke-1 sampai dengan cicilan terakhir yaitu cicilan ke-24.

Perhitungan kedua adalah untuk cicilan pokok. Cicilan pokok akan berbeda setiap bulan dan terus naik. Misalnya kita akan menghitung cicilan pokok untuk angsuran ke-1 adalah sebagai berikut :

P1 = 904.000 - 133.333,33

P1 = 770.666,67

Dari perhitungan kedua jumlah cicilan pokok untuk bulan ke-1 adalah sebesar 770.666,67. Angka 133.333,33 merupakan cicilan bunga untuk periode bulan ke-1. Jumlah pokok ini akan terus turun setiap periode seperti yang sudah dijelaskan diatas.  

Perhitungan ketiga adalah untuk cicilan bunga. Cicilan bunga akan berbeda setiap periode. Misalnya kita akan menghitung bunga untuk cicilan ke-3 adalah sebagai berikut :

B3 = (P - (P1+P2))x(i/12)

B3 = (20.000.000 - (770.666,67 + 776.353,91)) x (8%/12)

B3 = (20.000.000 - 1.547.020,58) x 0,0067

B3 = 18.452.979,42 x 0,0067

B3 = 123.634,96

Dari perhitungan ketiga ini jumlah cicilan bunga yang akan dibayarkan oleh Bapak C adalah sebesar 123.634,96. Jumlah bunga ini adalah untuk cicilan ke-3 saja. Sedangkan untuk cicilan ke-1, ke-2, ke-4 dan seterusnya jumlah cicilan bunga akan terus naik.

Jika kesulitan menghitung bunga Anuitas silahkan lakukan dalam Excel. Menghitung bunga Anuitas dalam Excel sudah disiapkan rumusnya tersendiri. Untuk menghitung cicilan per bulan silahkan gunakan rumus PMT. Untuk menghitung cicilan bunga per bulan silahkan gunakan rumus IPMT sedangkan untuk cicilan pokok per bulan silahkan gunakan rumus PPMT. Jika memang ada beda antara perhitungan manual dengan Excel paling hanya disebabkan karena pembulatan dari angka desimalnya saja. 

7. Menghitung Bunga Efektif

Konsep yang digunakan pada bunga Efektif memang sedikit berbeda dengan bunga Anuitas. Pada bunga Efektif jumlah cicilan per bulan akan selalu berubah turun. Sedangkan untuk cicilan pokok justru akan selalu tetap setiap bulan. Kondisi tersebut akan membuat cicilan bunga menjadi turun setiap periode.

Untuk contoh misalnya : Bapak D mendapatkan fasilitas kredit dari Bank x sejumlah 20.000.000 dengan jangka waktu selama 2 tahun. Bunga yang digunakan pada pinjaman ini adalah bunga Efektif dengan persentase per tahun sebesar 8%. Berapakah cicilan pokok, bunga dan cicilan per bulan yang harus dibayarkan oleh Bapak A sesuai dengan tanggal jatuh tempo ?

Bunga Fixed

Pertama mari kita hitung cicilan pokok per bulan terlebih dahulu karena ini merupakan perhitungan yang paling mudah dibandingkan dengan bunga serta cicilan per bulan. Adapun cara menghitung cicilan pokok dengan menggunakan jenis uga Efektif adalah sebagai berikut :

P = 20.000.000 / (2 x 12)

P = 20.000.000 / 24

P = 833.333,33

Dari perhitungan tersebut terlihat bahwa jumlah cicilan pokok per bulan dengan menggunakan bunga Efektif adalah sebesar 833.333,33. Karena jumlah cicilan pokok pada bunga Efektif akan selau sama maka kita hanya cukup membagi jumlah pinjaman dengan keseluruhan jangka waktu dalam bentuk angka bulan bukan tahun.

Kedua mari kita hitung cicilan bunga setiap periode. Jumlah bunga pada jenis ini juga akan terus menurun setiap periode. Untuk contoh misalnya kita akan menghitung bunga untuk bulan ke-2 maka caranya adalah sebagai berikut :

B2 = (P-((n-1)xC)) x i/12

B2 = (20.000.000 - ((2-1)x833.333,33)) x 0,0067

B2 = (20.000.000 - (1 x 833.333,33)) x 0,0067

B2 = (20.000.000 - 833.333,33) x 0,0067

B2 = 19.166.666,67 x 0,0067

B2 = 128.416,67

Dari perhitungan kedua ini jumlah cicilan bunga untuk bulan ke-2 adalah sebesar 128.416,67. Angka ini didapatkan dengan cara mengalikan sisa pokok pinjaman dengan suku bunga. Hanya saja untuk suku bunga yang digunakan adalah bulanan bukan tahunan. Karena jumlah bunga yang dicari juga memang untuk per bulan.

Selanjutnya ketiga mari kita hitung cicilan per bulan. Untuk cicilan per bulan juga akan terus berubah setiap periode. Perubahan ini akan terus mengikuti perubahan cicilan bunga setiap bulan. Misalnya kita akan menghitung cicilan per bulan untuk bulan ke-2 maka caranya adalah sebagai berikut :

C2 = B2 + P

C2 = 128.416,67 + 833.333,33

C2 = 961.750

Berdasarkan perhitungan ketiga ini jumlah cicilan pada bulan ke-2 dengan menggunakan metode bunga Efektif adalah sebesar 961.750. Jumlah ini merupakan nilai pokok pada bulan ke-2 ditambah dengan nilai bunga bulan ke-2. Jika memang kesulitan menghitung cicilan bunga maka silahkan gunakan rumus Excel. Bunga Efektif dalam Excel secara khusus untuk perhitungan bunga per bulan sudah ada rumus tersendiri yaitu rumus Excel ISPMT.  

8. Menghitung Bunga Floating

Jenis bunga yang terakhir ini pola perhitungannya bisa menggunakan bunga Anuitas dan bisa juga menggunakan bunga Efektif. Bedanya adalah pada jenis bunga floating ini persentase suku bunga akan terus berubah - ubah sesuai dengan bunga yang berlaku.

Pembanding lain bisa juga dengan bunga Fixed bedanya adalah pada bunga Fixed akan diawal dengan bunga flat dan selanjutnya akan menggunakan bunga floating. Sedangkan pada jenis bunga ini akan menggunakan floating mulai dari awal. Sehingga persentase suku bunga akan terus berubah - ubah.

Tapi pada pola perhitungan atau rumus yang digunakan tetap akan mengacu pada jenis bunga Anuitas atau jenis bunga Efektif seperti yang sudah kita bahas pada bagian awal diatas.


Dampak dan Faktor Yang Mempengaruhi Suku Bunga


Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa suku bunga memang merupakan hal yang sangat penting bukan hanya pada proses simpanan atau pinjaman saja. Suku bunga juga memiliki peran yang sangat penting pada perekonomian. Dalam prosesnya suku bunga juga akan terus berubah -ubah dan berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhinya :

  1. Tingginya permintaan pada pinjaman
  2. Naiknya suku bunga akan berpotensi menaikkan keuntungan lembaga keuangan yang cukup besar
  3. Kebijakan Pemerintah
  4. Kualitas barang yang dijaminkan
  5. Periode simpanan atau pinjaman
  6. Jenis produk kredit, simpanan atau investasi yang dipilih
  7. Reputasi Debitur
  8. Persaingan antar lembaga keuangan

Tidak dapat kita pungkiri bahwa naik atau turunnya suku bunga akan berdampak pada Debitur bahkan Kreditur. Untuk Kredtur naiknya suku bunga akan otomatis menaikkan jumlah pendapatan. Naiknya pendapatan ini akan selaras dengan kenaikan jumlah bung ayang dibayarkan oleh Debitur. Karena seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan diatas bahwa pembayaran cicilan yang dilakukan Nasabah akan terdiri dari 2 unsur dan satu diantaranya adalah bunga.

Sedangkan bagi Debitur kenaikan suku bunga ini akan mengakibatkan bertambahnya jumlah pembayaran. Perubahan bertambahnya jumlah pembayaran cicilan memang dipengaruhi oleh bunga. Semakin besar jumlah  bunga maka secara otomatis cicilan bunga per bulan juga akan semakin besar. Sebaliknya menurunnya suku bunga akan secara otomatis menurunkan jumlah cicilan bunga yang dibayarkan.

Dari penjelasan diatas terlihat bahwa kenaikan suku bunga memang memiliki dampak yang positif serta negatif. Ini akan tergantung kepada posisi kita apakah sebagai Debitur atau Kreditur. Tapi bagian penting yang perlu juga diperhatikan khususnya untuk Kreditur adalah kenaikan suku bunga akan menurunkan tingkat ketertarikan pada pengajuan pinjaman. Jangan sampai ini justru akan menurunkan jumlah pinjaman yang juga akan secara otomatis menurunkan pendapatan kredit secara otomatis.


Penutup


Pada dasarnya suku bunga ini merupakan unsur yang sangat penting secara khusus pada perhitungan cicilan. Perhitungan cicilan yang dimaksud terdiri dari tiga yaitu cicilan pokok, cicilan bunga serta cicilan per bulan.

Dalam prosesnya secara umum suku bunga dibagi kedalam 2 jenis yaitu suku bunga pinjaman serta suku bunga simpanan. Masing – masing dari jenis suku bunga tersebut juga dibagi kembali kedalam beberapa pilihan.

Pastikan memilih suku bunga yang tepat sebelum mengajukan pinjaman. Karena masing – masing jenis suku bunga akan memiliki jumlah cicilan yang berbeda – beda. Semakin besar jumlah cicilan per bulan maka tentu perlu jauh lebih diperhatikan. Jangan sampai besarnya jumlah cicilan per bulan akan mengganggu keuangan yang kita miliki setiap bulan. 

Post a Comment